Tepatnya hari Jumat, 16 Januari 2010 saya dan rombonggan pergi mengunjungi istana Kashan. Perjalanan dari kota Qom menuju Kashan memakan waktu berjam-jam lamanya. Setelah melalui perjalanan panjang melewati jalan yang beraspal mulus dengan hamparan pemandangan tanah yang tandus, berbukit, kami akhirnya tiba di Kashan. Pagi itu, suasana di tempat itu masih terasa sepi, dan rombongan kamipun akhirnya memarkir kendaraan di taman publik yang letaknya hanya beberapa meter di depan istana Kashan.
Kamipun sarapan pagi beramai-ramai, sembari mencicipi roti khas Iran, yang dikenal dengan sebutan “nun”. Menurut penjelasan yang saya dengar dari seorang pembuat roti, “nun” memang memiliki berbagai jenis, selain ada yang dibuat dengan menggunakan tangan trampil. Ada juga yang diproduksi dengan menggunakan mesin. Tetapi kualitas “nun” yang bagus dan berharga lebih mahal biasanya dibuat dengan menggunakan tangan terampil, bukan dengan menggunakan mesin. Keterangan ini baru saya dapatkan setelah komunikasi dan interaksi saya semakin luas dengan orang Iran.
Setelah acara santap pagi selesai, kamipun meninggalkan taman dan bergegas menggulung tikar, mengembalikannya ke mobil dan segera memasuki istana Emir Kabir, Kashan yang juga dikenal dengan sebutan Finn Garden. Di gerbang depan nampak seorang penjaga karcis, dan rombongan kamipun mulai memasuki istana melalui gerbang besar yang terbuat dari kayu berwarna coklat tua, dengan berbagai manik-manik dari besi yang kelihatan sudah berusia tua. Di pintu gerbang, sedikitpun keindahan istana belum terlalu nampak. Keindahan itu baru nampak jelas setelah kami melewati pintu gerbang, dan melewati jalan kecil berkelok, dan masuk ke dalam halaman istana.
Tembok pagar yang mengelilinginya setinggi lebih dari 3 meter membuat orang tidak mengira jika dibalik tembok terdapat istana yang megah dan indah. Berbagai keistimewaan di dalam istana memang mudah dilihat, misalnya air mancur yang terletak di dalam bangunan istana, dan di luar. Teknologi air mancur ini sangat istimewa, karena dibuat dengan teknologi masa lampau yang belum menggunakan mesin. Air mancur dapat memancar karena berasal dari sumber mata air yang letaknya di dalam bak penampungan yang dibuat lebih tingggi. Selain itu nampak bahwa mata air yang ada ternyata dalam sejarahnya hanya pernah mengalami kekeringan satu kali, setelah pembenahan sumber mata air yang jernih itupun tak pernah mengalami kekeringan. Padahal istana Kashan di kelilingi oleh daerah yang amat kering, berbukit, dan tergolong tandus. Selama perjalanan pulang ke Qum saya pun sempat memikirkan betapa istimewanya sang penemu mata air di istana itu, mengingat hingga saat ini air masih mengalir deras dan jernrih.
Selain itu Finn Garden di Kashan ini bagunannya dirancang sangat elok, memiliki latar depan ratusan mungkin ribuan pohon cemara yang usianya sudah cukup tua, bisa jadi sama tuanya dengan usia istana. Arsitektur bangunan istana juga dibagian dinding dan atapnya dihiasi dengan sentuhan lukisan seni Iran yang dikenal bernilai tinggi. Bahkan jika sekilas di amati dari muka, istna Finn Garden ini mirip dengan Mesjid Tajmahal India. Belum lagi air mancur yang muncul dimana-mana, yang letaknya di dalam dan di depan bangunan istana. Teknologi air mancurpun menjadi sesuatu yang menarik untuk di amati, karena sumber air mancur berada di tempat yang tinggi, dan air dialirkan menuju tempat yang lebih rendah kemudian diberi semacam tekanan. Semakin rendah posisi air mancur dari sumber mata air utama, maka semakin kuat pula daya sembur air mancur itu. Selain itu, bangunan juga dilengkapi dengan desain yang artistic, indah, lengkap dengan seni lukisan Iran yang terkenal. Di sekitar istana juga ditemukan bak mandi raja berukuran besar.
Menurut pandangan saya betapa tinggi nilai arsitektur yang terkandung pada istana Kashan, keindahan ini terdapat pada hampir seluruh bagian istana, semuanya seolah merupakan suatu kesatuan yang tersusun dari berbagai elemen yang saling mengisi dan melengkapi. Mulai dari seni banguan yang sangat indah, letaknya di sebuah lingkungan yang asri, dipenuhi pepohonan cemara, ditambah dengan gemericik suara air mancur yang mengalir tanpa henti, meski kemarau panjang tengah berlangsung di lingkungan sekitarnya. Inilai harmoni alam yang indah. Banyak pelajaran dan inspirasi kehidupan yang dapat dipetik dari balik Istana Kashan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar